google translate

Search di Blog

Memuat...

Kamis, 10 Desember 2009

Peta, Batimetri, dan Peta Batimetri

PETA
Sebuah peta (id.wikipedia.org) adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Syarat-syarat peta : peta harus rapi dan bersih, peta tidak boleh membingungkan, peta harus mudah dipahami, dan peta harus memberikan gambaran yang sebenarnya. Fungsi pembuatan peta : menyeleksi data, memperlihatkan ukuran, menunjukkan lokasi relative, dan memperlihatkan bentuk. Unsur-unsur peta : judul, legenda/ keterangan, tanda arah / Orientasi, skala, inset, sumber dan Tahun pembuatan peta, simbol dan warna, dan proyeksi peta.

Klasifikasi peta (organisasi.org.htm) menjadi dua / 2 jenis, yakni : pertama, peta umum, adalah peta yang manampilkan bentuk fisik permukaan bumi suatu wilayah. Contoh : Peta jalan dan gedung wilayah DKI Jakarta. Kedua, peta khusus, peta yang menampakkan suatu keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. Contohnya adalah peta persebaran hasil tambang, peta curah hujan, peta pertanian perkebunan, peta iklim, dan lain sebagainya. Selain itu, pembagian peta meliputi peta luas adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang luas seperti peta dunia, peta daerah amerika utara, peta benua, peta samudera, peta kutub utara dan kutub selatan, dsb. Peta sempit, adalah peta yang hanya menampilkan sebagian kecil suatu area. Contoh peta sempit yaitu peta desa atau pedesaan, peta kota atau perkotaan, peta gorong-gorong kampung, peta gedung, denah rumah, dan lain sebagainya.

Berbagai macam dan jenis warna peta (organisasi.org.htm ) beserta artinya / arti warna pada peta, warna laut hijau : 0 - 200 meter dpl / ketinggian, kuning : 200 - 500 meter dpl / ketinggian, coklat muda : 500 - 1500 meter dpl / ketinggian, coklat : 1500 - 4000 meter dpl / ketinggian, coklat berbintik hitam : 4000 - 6000 meter dpl / ketinggian, coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian. Warna darat : biru pucat : 0 - 200 meter / kedalaman, biru muda : 200 - 1000 meter / kedalaman, biru : 1000 - 4000 meter / kedalaman, biru tua : 4000 - 6000 meter / kedalaman, biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman

BATIMETRI
Batimetri (dari bahasa Yunani: βαθυς, berarti "kedalaman", dan μετρον, berarti "ukuran") adalah ilmu yang mempelajari kedalaman di bawah air dan studi tentang tiga dimensi lantai samudra atau danau (id.wikipedia.org). Batimetri juga didefinisikan sebagai gambaran relief dasar laut, perbedaan kenampakan atau ciri-ciri dasar laut dan mempunyai arti penting dalam penelitian karena dengan mengetahui roman muka bumi akan memudahkan mengetahui kondisi morfologi suatu daerah (Nontji,1987).

PETA BATIMETRI
Peta batimetri sendiri dapat diartikan peta yang menggambarkan bentuk konfigurasi dasar laut dinyatakan dengan angka-angka kedalaman dan garis-garis kedalaman. Peta batimetri ini dapat divisualisasikan dalam tampilan 2 dimensi (2D) maupun 3 dimensi (3D). Visualisasi tersebut dapat dilakukan karena perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga penggunaan komputer untuk melakukan kalkulasi dalam pemetaan mudah dilakukan. Data batimetri dapat diperoleh dengan penggunaan teknik interpolasi untuk pendugaan data kedalaman untuk daerah-daerah yang tidak terdeteksi merupakan hal mutlak yang harus diperhatikan. Teknik interpolasi yang sering digunakan adalah teori Universal Kriging dan teori IRFK (Intrinsic Random Function of Order K) (David et al., 1985 dalam Defilmisa, 2003 ).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Friendship Quotes